Arsip Tag: fiqih

3 Hadits Lemah Seputar Puasa Muharram

Berikut penyebutan beberapa hadits lemah seputar puasa Muharram:

1.    Hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, beliau berkata : “Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا


“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (1/399/2155), Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya (3/290-291/2095) dan Al-Baihaqy (4/287) dari jalan Ibnu Abi Laila dari Daud bin ‘Ali dari ayahnya dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam secara marfu’ . Baca lebih lanjut

Hukum-hukum Seputar Puasa Muharram

Alhamdulillah pada saat ini kita telah berada di bulan Muharram, salah satu bulan dari empat bulan yang memiliki kehormatan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam dalam sabda beliau:

“Sesungguhnya zaman telah berputar kembali seperti bentuknya ketika Allah menciptakan langit-langit dan bumi, satu tahun itu 12 bulan dan di antaranya ada 4 bulan haram (yang memiliki kehormatan), 3 bulan (di antaranya) berturut-turut : Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan bulan Rajabnya Mudhor yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Baca lebih lanjut

Makanan Alternatif Setan

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan tiga jari, dan beliau menjilatinya sebelum mencuci tangannya.” (HR. Muslim no. 2032)

Yakni: Memakan apa yang tersisa di jarinya. Baca lebih lanjut

Dimanakah Berkahnya Makanan?

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْبَرَكَةُ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

“Berkah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan janganlah mulai makan dari tengahnya.” (HR. Abu Daud no. 3772 dan At-Tirmizi no. 1805)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata:
مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ

“Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencela suatu makanan sekalipun. Jika beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan bila beliau tidak menyukainya maka beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Al-Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064) Baca lebih lanjut

Haramnya Makan Dengan Tangan Kiri

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ


“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764) Baca lebih lanjut

Wajibnya Baca Bismillah Sebelum Makan

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma dia berkata:
كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعَ يَدَهُ وَإِنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَامًا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ كَأَنَّهَا تُدْفَعُ فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا فِي الطَّعَامِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهَا ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ كَأَنَّمَا يُدْفَعُ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَذَا الْأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا

“Bila kami menghadiri jamuan makan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami tidak akan meletakkan tangan kami (di makanan) hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mulai meletakkan tangan beliau. Suatu ketika kami menghadiri jamuan makan bersama beliau, maka tiba-tiba datang seorang anak wanita -seakan-akan ada yang mendorongnya- yang ingin meletakkan tangannya pada makanan itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menahan tangannya. Kemudian datang lagi seorang badui -seakan-akan ada yang mendorongnya- yang ingin meletakkan tangannya di atas makanan itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali menahan tangannya. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan menghalalkan makanan untuknya dengan cara dia mengusahakan agar makanan tersebut tidak disebut nama Allah padanya. Dia (setan) datang bersama dengan anak perempuan ini untuk menghalalkan makanan tersebut, maka aku menahan tangannya. Da juga datang bersama orang badui ini untuk menghalalkannya maka aku menahan tangannya. Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan itu berada di tanganku bersama dengan tangan anak wanita itu.” (HR. Muslim no. 2107) Baca lebih lanjut

TATACARA DUDUK TASYAHHUD AKHIR DALAM SETIAP SHALAT (BG 1)

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Hafizhahulloh

MENGENAL BEBERAPA ISTILAH DUDUK DI DALAM SHALAT



Sebelum kita memasuki inti pembahasan, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa istilah tatacara duduk yang nanti akan kami sebutkan disela-sela pembahasan. Berikut ini beberapa istilah yang penting untuk kita ketahui:

Baca lebih lanjut