Arsip Kategori: Muslimah

[bagus] KISAH NYATA PENCULIKAN SEORANG GADIS MUTAWASITHAH (SMP) DI RIYADH

Bismillaah..

sumber:google.com

Kisah ini disampaikan seorang guru Qur’an Doktorah Raawiyah…

Sebelum mengakhiri pelajaran, seperti biasa beliau menyelipkan beberapa nasihat, tapi kali ini nasihatnya adalah kisah nyata yang terjadi di Riyadh.

“Yaa Akhwaat… Apa telah sampai berita kepada kalian tentang penculikan seorang gadis mutawasithah (SMP) Sepekan lalu?”

dan tidak ada satupun dari kami mengetahui berita tersebut.

Baca lebih lanjut

LAKUKANLAH HAL YANG BERMANFAAT

Bismillaah..

sumber: google.co.id

 

‘Umar bin Abdul ‘Aziz Radhiallahu ‘anhu berkata:

“Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya (niscaya) menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya.”

Baca lebih lanjut

Aurat wanita muslimah di depan wanita yang lain

Bismillaah..

mawarku

sumber: blogspot.com

Walhamdulillaah.. sebagian wanita muslimah kini mulai banyak yang menyadari akan perintah Alloh dalam berhijab di hadapan laki-laki ajnabi. Namun, ternyata masih ada segelintir darinya (sudah berhijab di hadapan ajnabi) yang mungkin belum tahu akan batasan aurat wanita di hadapan wanita lain. Di dalam rumahnya, yang di dalamnya terdapat wanita ajnabiyyah masih menggunakan pakaian di atas lutut dan yang semisalnya. Dengan nama Alloh, tulisan ini ku persembahkan untuk saudari-saudariku yang semoga Alloh selalu memberikan hidayah dan lindungannya dari segala bentuk fitnah dan keburukan. Amiin.

Di bawah ini, fatwa mengenai batasan aurat antar sesama wanita oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullâh.

Baca lebih lanjut

Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?

sumber: ipad-wallpapers.us

Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?

Baca lebih lanjut

Bagaimana Asy-Syaikh Muqbil Mendidik Putri Beliau?

Pernah membaca buku Nasehati lin Nisa? Buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Nasehatku bagi Para Wanita ini ditulis oleh seorang aalimah (ulama wanita) dari negeri Yaman yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah. Beliau hafizhahallah adalah putri dari ulama ahlul hadits di masa kita, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wad’I rahimahullah.

Ummu Abdillah adalah seorang aalimah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut Al-Ustadz Muhammad Barmim dalam biografi Syaikh Muqbil, Ummu Abdillah mengajar di madrasah nisa’ (khusus wanita) dan memiliki beragam karya tulis ilmiyah. Di antaranya:
Baca lebih lanjut

Wajibnya Shalat Berjamaah

Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata:
أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” (HR. Muslim no. 653) Baca lebih lanjut