<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SEMANGGI</title>
	<atom:link href="http://annisa2me.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://annisa2me.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Allah akan pahamkan dia dalam agama.&#34;(HR. Al-Bukhari)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 12:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='annisa2me.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2daf7df897e3cf04ccf22af385f86d2d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>SEMANGGI</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://annisa2me.wordpress.com/osd.xml" title="SEMANGGI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://annisa2me.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>[bagus] KISAH NYATA PENCULIKAN SEORANG GADIS MUTAWASITHAH (SMP) DI RIYADH</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/13/bagus-kisah-nyata-penculikan-seorang-gadis-mutawasithah-smp-di-riyadh/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/13/bagus-kisah-nyata-penculikan-seorang-gadis-mutawasithah-smp-di-riyadh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 23:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[culik]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[girl]]></category>
		<category><![CDATA[pagi-petang]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatullaah]]></category>
		<category><![CDATA[riyadh]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>
		<category><![CDATA[wonder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah.. Kisah ini disampaikan seorang guru Qur’an Doktorah Raawiyah… Sebelum mengakhiri pelajaran, seperti biasa beliau menyelipkan beberapa nasihat, tapi kali ini nasihatnya adalah kisah nyata yang terjadi di Riyadh. “Yaa Akhwaat… Apa telah sampai berita kepada kalian tentang penculikan seorang &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/13/bagus-kisah-nyata-penculikan-seorang-gadis-mutawasithah-smp-di-riyadh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=765&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah..</p>
<div id="attachment_767" class="wp-caption aligncenter" style="width: 180px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/history-of-kidnapping-quiz.jpg"><img class=" wp-image-767" title="kidnapping" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/history-of-kidnapping-quiz.jpg?w=170&#038;h=240" alt="" width="170" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">sumber:google.com</p></div>
<p>Kisah ini disampaikan seorang guru Qur’an Doktorah Raawiyah…</p>
<p>Sebelum mengakhiri pelajaran, seperti biasa beliau menyelipkan beberapa nasihat, tapi kali ini nasihatnya adalah kisah nyata yang terjadi di Riyadh.</p>
<p>“Yaa Akhwaat… Apa telah sampai berita kepada kalian tentang penculikan seorang gadis mutawasithah (SMP) Sepekan lalu?”</p>
<p>dan tidak ada satupun dari kami mengetahui berita tersebut.</p>
<p><span id="more-765"></span></p>
<p>“Baiklah yaa akhwaat akan kuceritakan bagaimana itu terjadi.. Ah, siang ba’da Dzuhur si gadis pulang sekolah.Karena jarak sekolah dan rumahnya dekat, seperti biasa dia memilih jalan kaki. Ternyata kebiasaannya pulang sekolah dengan berjalan kaki ini sudah lama diketahui oleh seorang pemuda. Maka terbersitlah dalam pikirannya untuk menculik gadis tersebut.. Dan.. Berhasil !!!</p>
<p>Tak seorangpun yang melihatnya ketika menyekap si gadis dan memasukkannya ke “syanthoh sayyaroh” (Bagasi Mobil). Kemudian menguncinya…</p>
<p>Sang pemuda membawa gadis malang itu ke daerah Tsummamah. Kalian sendiri tau Tsummamah di waktu siang seperti itu ! Ada siapa disana ?! Bisa dipastikan hanya orang kesasar atau tidak punya pekerjaan yang ada disana di waktu siang. Hanya Allah yang tau apa yang hendak diperbuat pemuda tersebut terhadap si gadis.</p>
<p>Turunlah si pemuda dengan kunci di tangannya ingin cepat-cepat melihat “hasil tangkapannya”. Dengan gembira dimasukkannya kunci dan diputarnya, tapi… Ada apa?? Bagasi tidak bisa terbuka !</p>
<p>Dicobanya terus dan teruus.. Tapi, percuma.. Adzan ashar sudah berkumandang, sang pemuda sudah mulai dihinggapi rasa takut dan “heran” yang sangat.. Bisa-bisa si gadis mati karena tidak menghirup udara, maka dicobanya lagi dan lagi..</p>
<p>Sang pemuda sudah putus harapan, bagasi tetap terkunci rapat, Sementara malam sudah membayangi..</p>
<p>Dengan perasaan takut dan pasrah sang pemuda memacu mobilnya ke bengkel terdekat, berharap disana ada jalan untuk membuka bagasi mobilnya dan menyelamatkan nyawa si gadis..</p>
<p>Di bengkel hal yang sama teqjadi. Semua cara sudah dilakukan oleh pekerjanya. Terakhir sang pemuda memanggil polisi dan melaporkan hal tersebut. Sekarang yang ada dalam pikirannya, hanya bagaimana supaya gadis itu bisa diselamatkan. Oleh polisi diputuskan supaya bagasi dilubangi dengan di las. Tapi ajaib, las pun tak mampu melubangi bagasi.</p>
<p>Maka, semua sepakat memanggil mutawwa’ (syaikh). Oleh syaikh dibacakan ayat-ayat ruqyah, kemudian dibuka dengan kunci. Ajaib, sekali putar bagasi langsung terbuka dan didapati si gadis dalam keadaan selamat dan tidak terjadi apapun atas dirinya..</p>
<p>Subhanallah, tercenganglah semua orang dibuatnnya. Maka syaikh bertanya kepadanya,</p>
<p>“Wahai bint.. Ceritakanlah kepada kami apa yang telah engkau lakukan sampai Allah menjagamu dengan penjagaan seperti ini?”</p>
<p>jawabnya singkat “sesungguhnya aku tidak pernah meninggalkan dzikir pagi dan petang”</p>
<p>subhanallah, kami takjub dg kisah ini. Nasihat doktorah Raawiyah : “lihatlah yaa akhwaat.. Bagaimana dzikrullah menjadi sebab pertolongan Allah yang ajaib bagi hamba2 Nya..Maka jangan pernah tinggalkan dzikir pagi dan petang sesibuk apapun kalian.”</p>
<p>semoga kisah ini menjadi cambuk bagi kita untuk senantiasa berusaha mengamalkan dzikir pagi dan petang dan tidak menyia-nyiakannya. Dan hanya kepada Allah lah kita memohon taufik dan hidayah.</p>
<p>—————————————————————————————————————————————————————————-</p>
<p>{Setelah ditelisik ternyata kisah ini berasal dari ummu abdillah bintu daniel dari temannya yang berada di saudi arabia} -wallohua’lam bishowab-</p>
<p>sumber: http://isnadalammaya.wordpress.com/2012/01/11/%C2%A4-kisah-nyata-penculikan-seorang-gadis-mutawasithah-smp-di-riyadh-%C2%A4/#comment-11 dengan sedikit perubahan tanpa meninggalkan makna Insyaa Alloh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=765&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/13/bagus-kisah-nyata-penculikan-seorang-gadis-mutawasithah-smp-di-riyadh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/history-of-kidnapping-quiz.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">kidnapping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LAKUKANLAH HAL YANG BERMANFAAT</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/10/lakukanlah-hal-yang-bermanfaat/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/10/lakukanlah-hal-yang-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 16:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ad-dinul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[al hasan]]></category>
		<category><![CDATA[amal sholih]]></category>
		<category><![CDATA[dipertanggungjawabkan.]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[hikam]]></category>
		<category><![CDATA[kaki]]></category>
		<category><![CDATA[luqman al hakim]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[masyar]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah.. &#160; ‘Umar bin Abdul ‘Aziz Radhiallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya (niscaya) menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya.” ‘Umar bin Qais Al-Mula’i Radhiallahu ‘anhu berkata: Seseorang melewati Luqman (Al-Hakim) di saat manusia berkerumun &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/10/lakukanlah-hal-yang-bermanfaat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=757&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah..</p>
<div id="attachment_758" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/sand_clock1.jpg"><img class="size-medium wp-image-758" title="waktu" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/sand_clock1.jpg?w=300&#038;h=289" alt="" width="300" height="289" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: google.co.id</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>‘Umar bin Abdul ‘Aziz Radhiallahu ‘anhu berkata:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>“Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya (niscaya) menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya.”</em></p>
<p><span id="more-757"></span><br />
‘Umar bin Qais Al-Mula’i Radhiallahu ‘anhu berkata:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Seseorang melewati Luqman <span style="color:#0000ff;">(<a title="Al-Hakim" href="http://asysyariah.com/al-hakim.html"><span style="color:#0000ff;">Al-Hakim</span></a>)</span> di saat manusia berkerumun di sisinya. Orang</em><br />
<em> tersebut berkata kepada Luqman: “Bukankah engkau dahulu budak bani Fulan?” </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Luqman</em><em>menjawab: “Benar.”</em><br />
<em> Orang itu berkata lagi, “Engkau yang dulu menggembala (ternak) di sekitar gunung ini dan</em><br />
<em> itu?” </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Luqman menjawab: “Benar.”</em><br />
<em> Orang itu bertanya lagi: “Lalu apa yang menyebabkanmu meraih kedudukan sebagaimana</em><br />
<em> yang aku lihat ini?”</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em> Luqman menjawab: “Selalu jujur dalam berucap dan banyak berdiam</em><br />
<em> dari perkara-perkara yang tiada berfaedah bagi diriku.”</em></p>
<p>Abu ‘Ubaidah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri Radhiallahu ‘anhu bahwasanya beliau berkata:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>“Termasuk tanda-tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi dirinya.”</em></p>
<p>Sahl At-Tusturi Rahimahullahu berkata:</p>
<p style="padding-left:30px;">“<em>Barangsiapa (suka) berbicara mengenai permasalahan yang tidak ada manfaatnya niscaya</em><br />
<em> diharamkan baginya <a title="kejujuran" href="http://asysyariah.com/kejujuran.html">kejujuran</a>.”</em></p>
<p>Ma’ruf Rahimahullahu berkata:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>“Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah (untuknya).</em>”</p>
<p>(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/290-294)</p>
<p>sumber: http://asysyariah.com/lakukanlah-hal-yang-bermanfaat.html</p>
<p>Sungguh, melakukan hal yang bermanfaat adalah rizki yang besar. Jangan sampai, wal &#8216;iyya dzubillaah.. terjadilah sebuah penyesalan yang tiada artinya yaitu penyesalan setelah kematian.Dan setiap apa yang kita lakukan semasa hidup kelak akan Alloh tanyakan. Sudahkah kita mempersiapkan jawaban atas setiap pertanyaan yang akan diajukan kepada kita di padang mahsyar nanti? Sebelum pendengaran, penglihatan, dan kulit-kulit kita menjadi saksi terhadap diri kita? Sebelum mulut kita dikunci, tidak lagi mampu berkata-kata sepatah pun?</p>
<p>Itulah hari, ketika manusia berdiri di hadapan Allah Yang Maha adil dan Bijaksana. Dzat yang menguasai Hari Pembalasan. Hari yang pasti terjadi.</p>
<p>Setiap orang sendiri-sendiri berbicara dengan Rabbnya, tanpa seorang penerjemah pun. Dia harus siap memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan kepadanya, tentang waktunya, untuk apa dia habiskan? Tentang kekuatannya, apa yang dia lakukan dengan kekuatan tersebut? Tentang hartanya, dari mana dia memperoleh dan ke mana dia belanjakan? Serta tentang ilmunya, apa yang dikerjakannya dengan ilmu itu?<br />
Itulah sabda Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam:</p>
<h3 style="padding-left:30px;">لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ</h3>
<p style="padding-left:30px;"><em>“Tidak akan bergeser telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga dia ditanya tentang: Umurnya (waktu), dalam urusan apa dia gunakan. Tentang ilmu, bagaimana dia mengamalkannya? Tentang hartanya, dari mana dia memperolehnya dan ke mana dia belanjakan? Juga tentang jasmani (kekuatan)nya dalam urusan apa dia habiskan?<span style="color:#000000;">”</span></em><span style="color:#ff0000;">[1]</span></p>
<p>Ingatlah, kita semua pasti akan dihadapkan kepada Allah ta&#8217;ala dan ditanya tentang semua aktivitas kita selama hidup di alam dunia. Mungkin kita membayangkan bisa berdusta di dalam ‘persidangan’ itu. Bahkan, setiap kita berusaha membela diri dengan menyebut kebaikan-kebaikannya atau mengelakkan tuduhan yang ditujukan kepadanya.<br />
Tetapi, jelas sekali, semua itu tidak berguna. Karena Allah ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>&#8220;Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.</em>”<span style="color:#ff0000;">[2]</span></p>
<p>Maka, ingatlah. Itulah kekuasaan Allah. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Kekuasaan-Nya membuat bicara segala sesuatu, tidak hanya di akhirat nanti…. <span style="color:#ff0000;">[3]</span></p>
<p><em>Footnote</em>:</p>
<p>[1] Disahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani.</p>
<p>[2] Q.S. Fushshilat: 20-21</p>
<p>[3] Dikutip dari http://asysyariah.com/berbagi-kepada-ibu.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=757&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/10/lakukanlah-hal-yang-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/sand_clock1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aurat wanita muslimah di depan wanita yang lain</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/03/aurat-wanita-muslimah-di-depan-wanita-yang-lain/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/03/aurat-wanita-muslimah-di-depan-wanita-yang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 13:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ad-dinul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA['utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[ajnabi]]></category>
		<category><![CDATA[ajnabiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[lekuk tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah.. Walhamdulillaah.. sebagian wanita muslimah kini mulai banyak yang menyadari akan perintah Alloh dalam berhijab di hadapan laki-laki ajnabi. Namun, ternyata masih ada segelintir darinya (sudah berhijab di hadapan ajnabi) yang mungkin belum tahu akan batasan aurat wanita di hadapan &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/03/aurat-wanita-muslimah-di-depan-wanita-yang-lain/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=749&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah..</p>
<div id="attachment_750" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/rose-15.jpg"><img class="size-medium wp-image-750 " title="rose " src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/rose-15.jpg?w=300&#038;h=225" alt="mawarku" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: blogspot.com</p></div>
<p>Walhamdulillaah.. sebagian wanita muslimah kini mulai banyak yang menyadari akan perintah Alloh dalam berhijab di hadapan laki-laki ajnabi. Namun, ternyata masih ada segelintir darinya (sudah berhijab di hadapan ajnabi) yang mungkin belum tahu akan batasan aurat wanita di hadapan wanita lain. Di dalam rumahnya, yang di dalamnya terdapat wanita ajnabiyyah masih menggunakan pakaian di atas lutut dan yang semisalnya. Dengan nama Alloh, tulisan ini ku persembahkan untuk saudari-saudariku yang semoga Alloh selalu memberikan hidayah dan lindungannya dari segala bentuk fitnah dan keburukan. Amiin.</p>
<p>Di bawah ini, fatwa mengenai batasan aurat antar sesama wanita oleh<em> Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullâh.</em></p>
<p><span id="more-749"></span></p>
<blockquote><p>Apa batasan aurat seorang wanita di hadapan sesama wanita muslimah, wanita <em>fajirah</em> dan <em>kâfirah</em>?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin <em>rahimahullâh</em> memfatwakan: “Aurat wanita di hadapan sesama wanita tidaklah berbeda karena perbedaan agama. Sehingga aurat wanita dengan wanita muslimah sama dengan aurat wanita <em>kafirah</em>, dan aurat dengan wanita yang <em>‘afîfah</em> (menjaga kehormatan diri) sama dengan aurat wanita <em>fajirah</em>. Kecuali bila di sana ada sebab lain yang mengharuskan untuk lebih menjaga diri. Akan tetapi wajib kita ketahui bahwa aurat itu bukan diukur dari pakaian, karena yang namanya pakaian itu harus menutupi tubuh. Walaupun aurat wanita dengan sesama wanita adalah antara pusar dan lutut, akan tetapi pakaian itu satu perkara sedangkan aurat perkara lain. Seandainya ada seorang wanita mengenakan pakain yang menutup tubuhnya dengan baik/rapi kemudian tampak dadanya atau kedua buah dadanya karena satu dan lain hal di hadapan wanita lain<span style="color:#ff0000;">[1]</span>, sementara dia telah mengenakan pakaian yang menutupi tubuhnya dengan baik, maka hal ini tidak apa-apa. Adapun bila ia mengenakan pakaian pendek yang hanya menutupi pusar sampai ke lututnya dengan alasan aurat wanita dengan sesama wanita adalah dari pusar ke lutut maka hal ini tidak boleh, dan aku tidak yakin ada orang yang berpandangan demikian.”</p>
<p><em>(<strong>Majmu’ah As’ilah Tuhimmul Usratil Muslimah</strong>, hal. 83-84)</em></p></blockquote>
<p><span style="color:#ff0000;">[1] Karena menyusui bayinya misalnya (<em>pen</em>).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">sumber: <em>Majalah Asy Syariah, Vol. II/No. 17/1426H/2005, kategori: Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 72. dengan sedikit perubahan tanpa menghilangkan makna.</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=749&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2012/01/03/aurat-wanita-muslimah-di-depan-wanita-yang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2012/01/rose-15.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rose </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk download kamus Arab Indonesia</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/18/yuk-download-kamus-arab-indonesia/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/18/yuk-download-kamus-arab-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 15:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[bismillaah.. kamus arab-indonesia untuk mempermudah kita dalam mempelajari bahasa arab, yang merupakan wasilah untuk dapat memahami al qur&#8217;an dan al hadits. terdapat 2 versi (jenis) kamus 1. al munawwir (arab-indonesia dan indonesia-arab) untuk panduannya klik di sini dan untuk applikasinya &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/18/yuk-download-kamus-arab-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=739&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bismillaah..</p>
<p>kamus arab-indonesia untuk mempermudah kita dalam mempelajari bahasa arab, yang merupakan wasilah untuk dapat memahami al qur&#8217;an dan al hadits.</p>
<p>terdapat 2 versi (jenis) kamus</p>
<p><strong>1. al munawwir (arab-indonesia dan indonesia-arab)</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">untuk panduannya klik<a href="http://www.4shared.com/document/PU53_tV5/panduanverbace.html" target="_blank"> di sin</a>i</p>
<p style="padding-left:30px;">dan untuk applikasinya klik <a href="http://www.4shared.com/get/Fjf7WeWf/verbacearabindo.html" target="_blank">di sini</a></p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-744" title="kamus2" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus2.jpg?w=300&#038;h=282" alt="" width="300" height="282" /></a></p>
<p><strong>2. al munawwir (arab-indonesia), cara penginstallan lebih mudah dari versi 1</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Sebelum menggunakan Kamus Digital ini, install terlebih dahulu aplikasi WinDjvu. Bila belum punya, silahkan <a href="http://www.4shared.com/file/WoBvtCd9/WinDjView-103-SetupDjvueBookRe.html" target="_blank">klik disini</a> untuk mengunduhnya.</p>
<p style="padding-left:30px;">Download Kamus Al-Munawwir Digital <a href="http://www.4shared.com/file/d8cUx5Sp/munawir_arab_indo.html">DISINI</a></p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-743" title="kamus" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus.jpg?w=300&#038;h=175" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p style="padding-left:30px;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=739&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/18/yuk-download-kamus-arab-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kamus2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/kamus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kamus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/17/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/17/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 00:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[suara wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya? Jawab: Fadhilatusy &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/17/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=733&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<div id="attachment_734" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/elegant-flowers-ipad-background.jpg"><img class="size-medium wp-image-734" title="flowers" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/elegant-flowers-ipad-background.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: ipad-wallpapers.us</p></div>
<p>Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?</p>
<p><span id="more-733"></span></p></blockquote>
<p>Jawab:<br />
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullaah berkata, “Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. Akan tetapi, bila si wanita melunakkan suaranya dan melembutkannya, serta berucap dengan gaya bicara yang bisa membuat orang lain tergoda, itu baru haram. Ini berdasarkan firman Allah ta&#8217;ala:</p>
<p>“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32)</p>
<p>Dalam ayat di atas, Allah ta&#8217;ala tidak mengatakan, “Maka janganlah kalian berbicara dengan para lelaki.” Tetapi, Allah ta&#8217;ala mengatakan, “Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan.”<br />
Tunduk dalam ucapan lebih khusus daripada berbicara secara mutlak.<br />
Dengan demikian, tidak mengapa seorang wanita berucap kepada lelaki bila tidak menimbulkan fitnah. Dahulu ada wanita mendatangi Nabi sahalallaahu &#8216;alaihi wasallam dan mengajak bicara beliau, sementara orang-orang mendengar ucapan si wanita dan Nabi sahalallaahu &#8216;alaihi wasallam pun menjawab ucapannya. Hal itu tidaklah dianggap sebagai kemungkaran.</p>
<p>Hanya saja, tidak boleh berduaan saat berbincang dengan seorang wanita, melainkan harus ditemani mahram si wanita dan tidak menimbulkan fitnah. Karena itulah, seorang lelaki tidak diperkenankan menikmati suara wanita, sama saja baik ia menikmatinya sebagai kesenangan yang biasa (karena kemerduan suaranya, misalnya, pen.) maupun karena kesenangan syahwat. Wallahul muwaffiq.” (Fatawa Manaril Islam, 3/835—836, dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 688)</p>
<p>sumber: <a href="http://asysyariah.com/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya.html">http://asysyariah.com/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=733&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/12/17/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/12/elegant-flowers-ipad-background.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">flowers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Link Download Kajian</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/link-download-kajian/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/link-download-kajian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 00:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah.. berikut adalah link download kajian, untuk mendownload klik link di bawah dan gunakanlah DOWNLOAD MANAGER Kitabut Tauhid (Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi) http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Kitabut-tauhid/ Nashihati Lin Nisa&#8217; (Al Ustadz Abu Umar Ibrahim) http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Nashihaty_Lin_Nisa_/ Ushulu sittah (Al Ustadz Abu Firos Hamzah Rifa&#8217;i) &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/link-download-kajian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=701&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah..</p>
<p>berikut adalah link download kajian, untuk mendownload<strong><span style="color:#0000ff;"> klik link di bawah dan gunakanlah DOWNLOAD MANAGER</span></strong></p>
<p><span style="color:#800000;">Kitabut Tauhid (Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi)</span></p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Kitabut-tauhid/">http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Kitabut-tauhid/</a></p>
<p><span style="color:#800000;">Nashihati Lin Nisa&#8217; (Al Ustadz Abu Umar Ibrahim)</span></p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Nashihaty_Lin_Nisa_/" target="_blank">http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Nashihaty_Lin_Nisa_/</a></p>
<p><span style="color:#800000;">Ushulu sittah (Al Ustadz Abu Firos Hamzah Rifa&#8217;i)</span></p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Ushulus%20Sittah/" target="_blank">http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Ushulus%20Sittah/</a></p>
<p><span style="color:#800000;">Bulughul Maram</span></p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/balikpapan/bulughul_maram/" target="_blank">http://statics.ilmoe.com/kajian/users/balikpapan/bulughul_maram/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/701/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=701&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/link-download-kajian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/berat-kalimat-laa-ilaaha-illa-allah-melebihi-7-langit-7-bumi-dan-segala-penghuninya-pada-timbangan-di-hari-kiamat/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/berat-kalimat-laa-ilaaha-illa-allah-melebihi-7-langit-7-bumi-dan-segala-penghuninya-pada-timbangan-di-hari-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 23:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ad-dinul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[laailahaillallaah]]></category>
		<category><![CDATA[langit]]></category>
		<category><![CDATA[makna laalilahaillallaah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Al Ustadz Abu Karimah Askari Dari Abu Sa’id Al Khudry, dari Rasulullah bersabda, “Berkata Musa, Wahai Rabb-ku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku senantiasa menyebut-Mu dengannya, dan aku berdoa kepada-Mu dengan hal tersebut”, jawab Allah terhadap Musa, “Katakanlah wahai &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/berat-kalimat-laa-ilaaha-illa-allah-melebihi-7-langit-7-bumi-dan-segala-penghuninya-pada-timbangan-di-hari-kiamat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=694&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Al Ustadz Abu Karimah Askari</p>
<p><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/11/la-ilaha-illallah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-696" title="la-ilaha-illallah" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/11/la-ilaha-illallah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Dari Abu Sa’id Al Khudry, dari Rasulullah bersabda, <em>“Berkata Musa, Wahai Rabb-ku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku senantiasa menyebut-Mu dengannya, dan aku berdoa kepada-Mu dengan hal tersebut”</em>, jawab Allah terhadap Musa, <em>“Katakanlah wahai Musa, Laa ilaaha illa Allah”</em>, kata Musa, <em>“Wahai Rabb-ku, semua hamba-mu bisa mengucapkan kalimat ini”</em>, jawab Allah, <em>“Wahai Musa, kalau sekiranya tujuh langit dan segala isinya (seluruh penghuninya) selain Aku (selain Allah) dan bumi yang tujuh, kalau semua itu diletakkan di satu timbangan dan kalimat Laa ilaaha illa Allah diletakkan di timbangan yang lainnya, maka <strong>yang berat adalah kalimat Laa ilaaha illa Allah</strong>.”</em></p>
<p>Imam Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Al Haitsami menyebutkan bahwa terdapat kelemahan di dalam hadits ini. Al Arnauth melemahkan hadits dengan riwayat ini di dalam takhrij beliau terhadap kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al Baghawi. Akan tetapi kisah cerita dalam hadits ini dikuatkan dengan hadits yang lainnya.</p>
<p>Abu Sa’id Al Khudry dan ayahnya merupakan sahabat Nabi Muhammad. Beliau dan Ibnu Umar pernah ditolak saat ingin mengikuti perang Uhud karena masih kecil dan belum mencapai usia baligh.<span id="more-694"></span></p>
<h3>Penyebutan sifat berbicara bagi Allah</h3>
<p>Dalam hadits di atas terdapat penyebutan salah satu sifat Allah yaitu sifat berbicara, Allah berbicara terhadap siapa dari hamba-Nya berdasar keinginan dan kehendak-Nya. Dalam ayat disebutkan bahwa Allah berbicara secara langsung terhadap Musa dengan sebenar-benar pembicaraan.</p>
<p><em>Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.</em> <strong>(An Nisa : 164)</strong></p>
<h3>Berdzikir dengan kalimat Laa ilaaha illa Allah</h3>
<p>Dianjurkan seseorang untuk berdzikir dengan mengucapkan<strong> </strong><em>Laa ilaaha illa Allah</em> secara penuh. Tidak dipotong-potong sebagian seperti amalan kaum sufi yang berdzikir secara berjamaah dengan menyebutkan kata Laa ilaaha illa Allah secara cepat, hingga menyingkat kalimat tersebut menjadi <em>“illa Allah”</em>, kemudian <em>“Allah”</em>, kemudian <em>“hu”</em>.</p>
<p>Nabi Musa menginginkan sesuatu amalan khusus bagi beliau, karena kalimat <em>Laa ilaaha illa Allah</em> diucapkan semua umat Islam, sehingga tidak ada kekhususan bagi Nabi Musa.</p>
<h3>Allah ada di atas langit, ber-<em>istiwa</em> di atas Arsyi-Nya</h3>
<p>Terdapat penyebutan bahwa Allah tidak termasuk penghuni langit. Allah tidak diliputi apapun dari ciptaan-Nya. Akan tetapi Allah ber-istiwa di atas Arsyi-Nya.</p>
<h3>Keutamaan kalimat Laa ilaaha illa Allah</h3>
<p>Dari Anas bin Malik, aku telah mendengar Rasulullah bersabda, Allah berfirman (hadits Qudsi), <em>“Wahai sekalian anak cucu Adam (wahai manusia), kalau seandainya kalian mendatangi Aku dengan sepenuh bumi kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), kemudian kalian menemui Aku dalam keadaan kalian tidak menyekutukan-Ku di dalam beribadah kepada Aku sedikitpun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi juga”.</em> <strong>(HR Tarmidzi hasan)</strong></p>
<p>Ibnu Rajab Al Hanbali menjelaskan bahwa barang siapa yang datang bersama tauhid dan memiliki dosa dan kesalahan sepenuh bumi, maka Allah akan datang dengan ampunan sepenuh bumi juga jika sempurna tauhid seorang hamba, ikhlas hanya kepada Allah, menegakkan syarat-syarat ibadah dengan hati, lisan, dan amalan tubuh. Atau dengan hati dan lisan ketika dalam keadaan sakaratul maut, maka Allah akan memberikan ampunan bagi seluruh dosa yang telah lalu dan hamba tersebut akan diselamatkan dari neraka. Disebutkan dalam hadits riwayat <strong>Imam Tirmidzi </strong>dengan riwayat yang <strong>shahih</strong> karena banyak penguatnya.</p>
<p>Hadits diatas menunjukkan keutamaan orang yang bertauhid yang meninggal dalam keadaan mentauhidkan Allah.</p>
<p>download penjelasannya:</p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Admin/kitabut_tauhid/a/011.%20Penjelasan%20Hadits%20Abu%20Sa_%27id%20Al%20Khudri_121004%20Qc-Ust%20Asykari.zip">http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Admin/kitabut_tauhid/a/011.%20Penjelasan%20Hadits%20Abu%20Sa_%27id%20Al%20Khudri_121004%20Qc-Ust%20Asykari.zip</a></p>
<p>sumber: ilmoe.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=694&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/11/09/berat-kalimat-laa-ilaaha-illa-allah-melebihi-7-langit-7-bumi-dan-segala-penghuninya-pada-timbangan-di-hari-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/11/la-ilaha-illallah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">la-ilaha-illallah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUKUM MENGKHUSUSKAN BERJABAT TANGAN/BERSALAMAN SETELAH SELESAI SHALAT</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/07/24/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/07/24/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 23:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah.. &#160; Mengucapkan salam dan berjabat tangan kepada sesama Muslim adalah perkara yang terpuji dan disukai dalam Islam. Dengan perbuatan ini hati kaum Muslimin dapat saling bersatu dan berkasih sayang di antara mereka. Sunnah ini sudah lama diamalkan oleh para sahabat &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/07/24/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=674&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah..</p>
<div id="attachment_753" class="wp-caption aligncenter" style="width: 258px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/07/jabat-tangan.jpg"><img class=" wp-image-753" title="jabat-tangan" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/07/jabat-tangan.jpg?w=248&#038;h=267" alt="" width="248" height="267" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: wordpress.com</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mengucapkan salam dan berjabat tangan kepada sesama Muslim adalah perkara yang terpuji dan disukai dalam Islam.</strong> Dengan perbuatan ini hati kaum Muslimin dapat saling bersatu dan berkasih sayang di antara mereka. Sunnah ini sudah lama diamalkan oleh para sahabat -radhiyallahu ‘anhum-. Qotadah berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-, <strong>“Apakah ada jabat tangan di kalangan sahabat Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-?” Anas berkata, “Ya, ada”</strong>.[HR. Al-Bukhoriy dalam Ash-Shohih (5908), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (2871), Ibnu Hibban (492), dan Al-Baihaqiy dalam Al-Kubra (13346)].</p>
<p><span id="more-674"></span></p>
<p>Sunnah ini dilakukan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para sahabatnya ketika mereka bertemu dan berpisah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,</p>
<h2>مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا.</h2>
<p><strong>“Tidaklah dua orang muslim bertemu, lalu keduanya berjabatan tangan, kecuali akan diampuni keduanya sebelum berpisah”</strong>. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (5212), At-Tirmidziy dalam As-Sunan (2727), Ahmad dalam Al-Musnad (4/289), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (3/32/no.2718)]</p>
<h2>إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا لَقِيَ الْمُؤْمِنَ وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرُ.</h2>
<p><strong>“Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan seorang mukmin, dan mengambil tangannya, lalu ia menjabatinya, maka akan berguguran dosa-dosanya sebagaimana daun pohon berguguran”</strong>. [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (245). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (no.2720)]</p>
<h2>كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا تَلاَقَوْا تَصَافَحُوْا وَإِذَا قَدِمُوْا مِنْ سَفَرٍ تَعَانَقُوْا.</h2>
<p><strong>“Dulu para sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, apabila mereka bertemu, maka mereka berjabatan tangan. Jika mereka datang dari safar, maka mereka berpelukan”.</strong> [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath. Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (2719)]</p>
<p><strong>Namun apa yang terjadi jika perbuatan terpuji ini dilakukan tidak pada tempat yang semestinya?!</strong> Tidak ada kebaikan yang didapat, bahkan pelanggaran syari’atlah yang terjadi, dan perpecahan, karena ada sebagian jama’ah, jika selesai sholat, ia langsung menjabati (tangan, -ed.) orang. Jika tidak dilayani jabatan, maka ia marah, dan jengkel kepada saudaranya yang tak mau jabatan setelah sholat.</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Jibrin-hafizhohullah- berkata, <strong>“Mayoritas orang yang shalat mengulurkan tangan mereka untuk berjabat tangan dengan orang di sampingnya setelah salam dari shalat fardlu dan mereka berdoa dengan ucapan mereka ‘taqabbalallah’. Perkara ini adalah bid’ah yang tidak pernah dinukil dari Salaf”</strong>. [Lihat Majalah Al-Mujtama’ (no. 855)].</p>
<p>Bagaimana mereka melakukan hal itu sedangkan para peneliti dari kalangan ulama telah menukil bahwa jabat tangan dengan tata cara tersebut (setelah salam dari shalat) adalah bid’ah? Suatu perbuatan yang tak ada contohnya dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para sahabatnya. Tragisnya lagi, jika ada diantara kaum muslimin yang menganggap jabat tangan sebagai sunnah, apalagi wajib, sehingga mereka membenci saudaranya yang tak mau berjabatan tangan habis sholat dengan berbagai macam dalih, bahwa yang tidak berjabat tangan menganggap orang lain najis, benci kepada saudaranya, tidak ada rasa ukhuwahnya, dan kekompakan, serta anggapan dan buruk sangka lainnya. Padahal saudaranya tidak mau berjabatan tangan usai sholat karena ia tahu hal ini tak ada contoh jika dilakukan habis sholat, bahkan itu merupakan bid’ah. Bukan karena benci !!!</p>
<p><strong>Al ‘Izz bin Abdus Salam Asy-Syafi’iy</strong> (ulama abad pertengahan, -ed.) -rahimahullah- berkata, “<strong>Jabat tangan setelah shalat Shubuh dan Ashar termasuk bid’ah, kecuali bagi yang baru datang dan bertemu dengan orang yang menjabat tangannya sebelum shalat. Maka sesungguhnya jabat tangan disyaratkan tatkala datang. Nabi Shallallahu ‘ Alaihi Wa Sallam berdzikir setelah shalat dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan dan beristighfar tiga kali kemudian berpaling.</strong> Diriwayatkan bahwa beliau berdzikir:</p>
<h2>رَبِّ قِِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ</h2>
<p>“Wahai Rabbku, jagalah saya dari adzab-Mu pada hari Engkau bangkitkan hamba-Mu.” [HR. Muslim 62, Tirmidzi 3398 dan 3399, dan Ahmad dalam Al-Musnad (4/290)]. Kebaikan seluruhnya adalah dalam mengikuti Rasul”.</p>
<p>[Lihat <strong>Fatawa Al ‘Izz bin Abdus Salam</strong> (hal.46-47), dan Al-Majmu’ (3/488)].</p>
<p>Apabila bid’ah ini di masa penulis terbatas setelah dua shalat tersebut, maka sungguh di jaman kita ini, hal itu telah terjadi pada seluruh shalat. Laa haula wala quwwata illa billah.</p>
<p>Al Luknawiy -rahimahullah- berkata, “Sungguh telah tersebar dua perkara di masa kita ini pada mayoritas negeri, khususnya di negeri-negeri yang menjadi lahan subur berbagai bid’ah dan fitnah.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, mereka tidak mengucapkan salam ketika masuk masjid waktu shalat Shubuh, bahkan mereka masuk dan shalat sunnah kemudian shalat fardlu. Lalu sebagian mereka mengucapkan salam atas sebagian yang lain setelah shalat dan seterusnya. Hal ini adalah perkara yang jelek karena sesungguhnya salam hanya disunnahkan tatkala bertemu sebagaimana telah ditetapkan dalam riwayat-riwayat yang shahih, bukan tatkala telah duduk.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, mereka berjabat tangan setelah selesai shalat Shubuh, Ashar, dan dua hari raya, serta shalat Jum’at. Padahal pensyariatan jabat tangan juga hanya di saat awal bersua”.</p>
<p>[Lihat As-Si’ayah fil-Kasyf Amma fi Syarh Al-Wiqayah (hal. 264)].</p>
<p>Dari perkataan beliau dapat dipahami bahwa jabat tangan antara dua orang atau lebih yang belum berjumpa sebelumnya tidak ada masalah. Muhaddits Negeri Syam, Syaikh Al Albaniy -rahimahullah- berkata dalam As-Silsilah As-Shahihah (1/1/53), “Adapun jabat tangan setelah shalat adalah bid’ah yang tidak ada keraguan padanya, kecuali antara dua orang yang belum berjumpa sebelumnya. Maka hal itu adalah sunnah sebagaimana Anda telah ketahui”.</p>
<p>Larangan berjabat tangan setelah melaksanakan sholat merupakan perkara yang dilarang oleh para ulama’. Oleh karena itu, sebuah kesalah besar, jika di antara kaum muslimin yang membenci saudaranya jika tidak melayaninya berjabatan tangan, dan menganggapnya pembawa aliran sesat. Padahal mereka yang tak mau berjabatan tangan saat usai sholat memiliki sandaran dari Al-Kitab dan Sunnah, serta ucapan para ulama’.</p>
<p>Al-Allamah Al-Luknawiy-rahimahullah- berkata, “Di antara yang melarang perbuatan itu (jabat tangan setelah sholat), Ibnu Hajar Al-Haitamiy As-Syafi’iy, Quthbuddin bin Ala’uddin Al-Makkiy Al-Hanafiy, dan Al-Fadhil Ar-Rumiy dalam Majalis Al-Abrar menggolongkannya termasuk dari bid’ah yang jelek ketika beliau berkata, “Berjabat tangan adalah baik saat bertemu. Adapun selain saat bertemu misalnya keadaan setelah shalat Jum’at dan dua hari raya sebagaimana kebiasaan di jaman kita adalah perbuatan tanpa landasan hadits dan dalil! Padahal telah diuraikan pada tempatnya bahwa tidak ada dalil berarti tertolak dan tidak boleh taklid padanya.” [Lihat As-Si’ayah fil Kasyf Amma fi Syarh Al-Wiqayah (hal. 264), Ad-Dienul Al-Khalish (4/314), Al-Madkhal (2/84), dan As-Sunan wa Al-Mubtada’at (hal. 72 dan 87)].</p>
<p>Beliau juga berkata, “Sesungguhnya ahli fiqih dari kelompok Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Malikiyah menyatakan dengan tegas tentang makruh dan bid’ahnya.” Beliau berkata dalam Al Multaqath ,“Makruh (tidak disukai) jabat tangan setelah shalat dalam segala hal karena shahabat tidak saling berjabat tangan setelah shalat dan bahwasanya perbuatan itu termasuk kebiasaan-kebiasaan Rafidhah.” Ibnu Hajar, seorang ulama Syafi’iyah berkata, “Apa yang dikerjakan oleh manusia berupa jabat tangan setelah shalat lima waktu adalah perkara yang dibenci, tidak ada asalnya dalam syariat.” Alangkah fasihnya perkataan beliau –rahimahullah Ta’ala- dari ijtihad dan ikhtiarnya. Beliau berkata, “Pendapat saya, sesungguhnya mereka telah sepakat bahwa jabat tangan (setelah shalat) ini tidak ada asalnya dari syariat. Kemudian mereka berselisih tentang makruh atau mubah. Suatu masalah yang berputar antara makruh dan mubah harus difatwakan untuk melarangnya, karena menolak mudlarat lebih utama daripada menarik maslahah. Lalu kenapa dilakukan padahal tidak ada keutamaan mengerjakan perkara yang mubah? Sementara orang-orang yang melakukannya di jaman kita menganggapnya sebagai perkara yang baik, menjelek-jelekkan dengan sangat orang yang melarangnya, dan mereka terus-menerus dalam perkara itu. Padahal terus-menerus dalam perkara mandub (sunnah) jika berlebihan akan menghantarkan pada batas makruh. Lalu bagaimana jika terus-menerus dalam bid’ah yang tidak ada asalnya dalam syariat?!Berdasarkan atas hal ini, maka tidak diragukan lagi makruhnya. Inilah maksud orang yang memfatwakan makruhnya. Di samping itu pemakruhan hanyalah dinukil oleh orang yang menukilnya dari pernyataan-pernyataan ulama terdahulu dan para ahli fatwa. Maka riwayat-riwayat penulis Jam’ul Barakat, Siraj Al Munir, dan Mathalib Al Mu’minin, mampu menandinginya, karena kelonggaran penulisnya dalam meneliti riwayat-riwayat telah terbukti. Telah diketahui oleh Jumhur Ulama bahwa mereka mengumpulkan segala yang basah dan kering (yang jelas dan yang samar). Yang lebih mengherankan lagi ialah penulis Khazanah Ar Riwayah tatkala ia berkata dalam Aqd Al-La’ali, [“Dia (Nabi) ‘Alaihis Salam berkata, “Jabat tanganlah kalian setelah shalat Shubuh, niscaya Allah akan menetapkan bagi kalian sepuluh (kebaikan)”.] Rasul Shallallahu ‘ Alaihi Wa Sallam bersabda, [“Berjabat tanganlah kalian setelah shalat Ashar, niscaya kalian akan dibalas dengan rahmah dan pengampunan”.] Sementara dia tidak memahami bahwa kedua hadits ini dan yang semisalnya adalah <strong>palsu</strong> yang dibuat-buat oleh orang-orang yang berjabat tangan itu. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.[Lihat As-Si’ayah fil Kasyf Amma fi Syarh Al Wiqayah (hal. 265)]</p>
<p>Terakhir, kami perlu ingatkan bahwa tidak boleh bagi seorang Muslim memutuskan tasbih (dzikir) saudaranya yang Muslim, kecuali dengan sebab syar’i. Yang kami saksikan berupa adanya gangguan terhadap kaum Muslimin ketika mereka melaksanakan dzikir-dzikir sunnah setelah shalat wajib. Kemudian, tiba-tiba mereka mengulurkan tangan untuk berjabat tangan ke kanan dan ke kiri dan seterusnya. Akhirnya, memaksa mereka tidak tenang dan terganggu, bukan hanya karena jabat tangan, akan tetapi karena memutuskan tasbih dan mengganggu mereka dari dzikir kepada Allah, karena jabat tangan ini, padahal tidak ada sebab-sebab perjumpaan dan semisalnya.</p>
<p>Jika permasalahannya demikian, maka bukanlah termasuk hikmah, jika Anda menarik tangan Anda dari tangan orang di samping Anda, dan menolak tangan yang terulur pada Anda. Karena sesungguhnya ini adalah sikap yang kasar yang tidak dikenal dalam Islam. Akan tetapi ambillah tangannya dengan lemah lembut dan jelaskan kepadanya kebid’ahan jabat tangan ini yang diada-adakan manusia.</p>
<p>Betapa banyak orang yang terpikat dengan nasihat dan dia orang yang pantas dinasihati. Hanya saja ketidaktahuan telah menjerumuskannya kepada perbuatan menyelisihi sunnah. Maka wajib atas ulama dan penuntut ilmu menjelaskannya dengan baik. Bisa jadi seseorang atau penuntut ilmu bermaksud mengingkari kemungkaran, tetapi tidak tepat memilih metode yang selamat. Maka dia terjerumus dalam kemungkaran yang lebih besar daripada yang diingkari sebelumnya. Maka lemah lembutlah wahai da’i-da’i Islam.</p>
<p>Buatlah manusia mencintai kalian dengan akhlak yang baik, niscaya kalian akan menguasai hati mereka dan kalian mendapati telinga yang mendengar dan hati yang penuh perhatian dari mereka. Karena tabiat manusia adalah lari dari kekasaran dan kekerasan.</p>
<p>[Lihat Tamam Al-Kalam fi Bid’ah Al-Mushafahah ba’da As-Salam (hal. 23), Al-Qaulul Mubin fi Akhtha’il-Mushallin (295)]</p>
<p><em>Sumber: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 04 Tahun I. Penerbit: Pustaka Ibnu Abbas. Alamat: Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP: 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab: Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi: Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh: Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout: Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan hubungi alamat di atas. (infaq Rp. 200,-/exp)</em></p>
<p>http://almakassari.com/ dan <a href="http://darussalam.wordpress.com/2009/11/15/hukum-islam-berjabat-tangan-setelah-sholat/">http://darussalam.wordpress.com/2009/11/15/hukum-islam-berjabat-tangan-setelah-sholat/</a></p>
<h2>jawaban komentar</h2>
<div id="div-comment-53">
<p>Asslamu’alikum.<br />
mas,,,, gimana islam mu bersatu…. ini idonesia lo…. bukan Arab …. ”<br />
inget,,,, Kita semua keluarga,,,, 5 umat beragama.<br />
inget mas orang barat udah nyampek BUlan.<br />
indonesia ,, masih debat soal aGama….<br />
biarin aja mas… soal bid’adh2 itu toh mereka yang dapet dosa. yang penting sampean gak ngelakuin.<br />
mas…. mas tau gak ini akal-akalan orang yahudi n nasrani buat memperpecah umat islam… setelah umat islam terpecah2 dengan mudah mereka… menghancurkan islam. nabi sebelum wafat sudah perdah dawu atau ngendiko,,,,, islam akan terpecah menjadi 74 apa 72 ya itu,,,, pokoknya gitu deh…. yang akan masuk surga,,, cuma yang ahli sunah wal jama’ah. (semua golongan ngaku ahlisunah wal jama’ah mas) semua orang ngaku bahwa di paling bener. namanya keyakinan yang sudah melekat di hati sussah dirubah,,, walaupun sampai ajal mendekaqt kecuali dnegan izin Allah SWT. Apa mamas tau,,, Mamas Bkal MAsuk Surga? tanpa di hisab, tanpa dosa. Mas KEBENARAN itu hanya milik Allah semata. kita sebagai manusia hanya bisa taat kepada Allah dan menjauhi segala larangannya?… Mas,,,,…inget. hidup 1 kali. kenapaa si kita harus berdebat-dan terus berdebat, kita satu Islam. Satu Tuhin Allah…. Perbedaan adalah rahmat Allah. suatu hari nanti kebenaran pasti akan dibukakan oleh Allah. saya yakin….. Orang itu masuk surgak itu karena RahmatNya Allah bukan karena ibadahnya, mas kalau kita hitung-hitung nikmatnya Allah yang telah kita terima gak bakal kuat mbales cuma dengan kita beribadah. ilmu itu tidah hanya membaca buku tetapi juga… dari membaca alam, tingkahlaku, itu yang namanaya ayat mutasyabihat ayat yang diberikan khusus untuh orang tertentu untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah. mas lebih baik kita bersatu, memikirkan islam, lihat PALESTINA, GAZA, gimana nasibnya, sedangkan kita hanya bisa ngeributin paham sendiri-sendiri. Santai aja mas, ya saya cuma anak kecil yang baru belajar, maen di internet, tentunya saya lebih bodoh dari pada sampean. Islam itu Rohmatallil alamin, penyebab islam bisa dengan mudah di terima di indonesia itu LUWES. gak aneh2. perubahan itu membutuhkan waktu, gimana bisa berubah, kalok di ejek ejek terus. saya ini lebiih bodoh dari pada ma-mas. Waullahu’alam bishowab. Wassalamu’alaiku Warohmatullahi Wabara katuh. Thanks for you attendsion. Reaply ya mas….</p>
</div>
<ul>
<li id="comment-58">
<div id="div-comment-58">
<p><span style="color:#800000;">Asslamu’alikum.</span><br />
=Wa’alaikumussalam</p>
<p><span style="color:#800000;">mas,,,, gimana islam mu bersatu…. ini idonesia lo…. bukan Arab …. ”</span><br />
=Emang beda ya Islam Indonesia sama Islam Arab?</p>
<p>i<span style="color:#800000;">nget,,,, Kita semua keluarga,,,, 5 umat beragama.</span><br />
=Kita kan kenalan aja belum, bagaimana saya bisa tahu kita ni sekeluarga?</p>
<p><span style="color:#800000;">inget mas orang barat udah nyampek BUlan.</span></p>
<p>=Emang bener orang Barat dah sampai ke bulan? Jarang lihat TV ya? Ada tu dokumenter yang membantah Amerika tu dah mendaratkan orangnya ke bulan. Lagipula gak penting kok sampai ke bulan. Yang penting sampai ke surga. Mereka yang sampai ke bulan gak punya jaminan masuk surga kan?</p>
<p><span style="color:#800000;">indonesia ,, masih debat soal aGama….</span><br />
=Mau debat apa kalau bukan agama, mau debat cicak vs buaya?</p>
<p><span style="color:#800000;">biarin aja mas… soal bid’adh2 itu toh mereka yang dapet dosa. yang penting sampean gak ngelakuin.</span><br />
=Amar makruf nahi munkar dik</p>
<p><span style="color:#800000;">mas…. mas tau gak ini akal-akalan orang yahudi n nasrani buat memperpecah umat islam…</span><br />
=Akalnya mereka pinter pa? Apa Anda lebih pinter dari mereka, kok tahu rahasia akal-akal mereka? Beritahu kita-kita dong, apa aja akal-akalan orang kafir2 itu! Kita kan amar makruf dik. Jadi kita menjalankan agama. Yang memecah belah tu yang amar munkar itu.</p>
<p><span style="color:#800000;">setelah umat islam terpecah2 dengan mudah mereka… menghancurkan islam. nabi sebelum wafat sudah perdah dawu atau ngendiko,,,,, islam akan terpecah menjadi 74 apa 72 ya itu,,,, pokoknya gitu deh…. yang akan masuk surga,,, cuma yang ahli sunah wal jama’ah. (semua golongan ngaku ahlisunah wal jama’ah mas) semua orang ngaku bahwa di paling bener.</span><br />
=Anda ahlussunnah bukan?</p>
<p><span style="color:#800000;">namanya keyakinan yang sudah melekat di hati sussah dirubah,,, walaupun sampai ajal mendekaqt kecuali dnegan izin Allah SWT.</span><br />
=Kalau Anda yakin benar, ya bela tu kebenaran. Kalau salah ya segera saja ubah keyakinan Anda sebelum ajal menjemput</p>
<p><span style="color:#800000;">Apa mamas tau,,, Mamas Bkal MAsuk Surga? tanpa di hisab, tanpa dosa. Mas KEBENARAN itu hanya milik Allah semata.</span><br />
=Islam tu kebenaran. Ya kan?</p>
<p><span style="color:#800000;">kita sebagai manusia hanya bisa taat kepada Allah dan menjauhi segala larangannya?…</span><br />
=Larangan Allah tu termasuk: syirik, bid’ah, maksiat, khurofat, takhayul, ramalan bintang, bohong, menipu, dst. Kita amar makruf nahi munkar lah.</p>
<p><span style="color:#800000;">Mas,,,,…inget. hidup 1 kali. kenapaa si kita harus berdebat-dan terus berdebat, kita satu Islam. Satu Tuhin Allah…. Perbedaan adalah rahmat Allah. suatu hari nanti kebenaran pasti akan dibukakan oleh Allah.</span><br />
=Kalau saya salah, dan kalau artikel itu salah, silakan diluruskan. Anda mau amar makruf</p>
<p><span style="color:#800000;">saya yakin….. Orang itu masuk surga itu karena RahmatNya Allah bukan karena ibadahnya, mas kalau kita hitung-hitung nikmatnya Allah yang telah kita terima gak bakal kuat mbales cuma dengan kita beribadah. ilmu itu tidah hanya membaca buku tetapi juga… dari membaca alam, tingkahlaku, itu yang namanaya ayat mutasyabihat ayat yang diberikan khusus untuh orang tertentu untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah.</span><br />
=Kita ibadah tu untuk cari rahmat Allah. Kalau gak mau ibadah tu kafir namanya.</p>
<p><span style="color:#800000;">mas lebih baik kita bersatu, memikirkan islam, lihat PALESTINA, GAZA, gimana nasibnya, sedangkan kita hanya bisa ngeributin paham sendiri-sendiri.</span><br />
=Saya juga dah dulu bgt mikir tu Palestin, tapi apa HAMAS tu mikir. Mereka tu menyerang Yahudi sepihak, gak bersatu sama pemerintah Palestina, akibatnya Yahudi tu pakai itu sebagai alasan tuk terus membalas. Rakyat yang jadi korbannya.</p>
<p><span style="color:#800000;">Santai aja mas, ya saya cuma anak kecil yang baru belajar, maen di internet, tentunya saya lebih bodoh dari pada sampean.</span><br />
=Kalau Anda merasa lebih bodoh dari saya, silakan belajar pada saya. Tapi mending belajar pada ustadz2 yang lebih ahli, biar lebih pinter dari saya.</p>
<p><span style="color:#800000;">Islam itu Rohmatallil alamin, penyebab islam bisa dengan mudah di terima di indonesia itu LUWES. gak aneh2. perubahan itu membutuhkan waktu, gimana bisa berubah, kalok di ejek ejek terus.</span><br />
=Maaf ya, baru kenal juga. Kalau artikel di atas ya hubungi redaksi/penulisnya aja langsung.</p>
<p><span style="color:#800000;">saya ini lebiih bodoh dari pada ma-mas. Waullahu’alam bishowab. Wassalamu’alaiku Warohmatullahi Wabara katuh. Thanks for you attendsion. Reaply ya mas….</span><br />
=Ya, wassalamu ‘alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.</p>
</div>
</li>
</ul>
<p>sumber: <a href="http://kaahil.wordpress.com/2011/07/11/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/" target="_blank">http://kaahil.wordpress.com/2011/07/11/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/674/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=674&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/07/24/hukum-mengkhususkan-berjabat-tanganbersalaman-setelah-selesai-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/07/jabat-tangan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jabat-tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARAMNYA MUSIK &amp; LAGU</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/haramnya-musik-lagu/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/haramnya-musik-lagu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 12:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka. Musik dan &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/haramnya-musik-lagu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=651&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/violin-and-notes-wallpapers_11541_1024x768.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-670" title="music" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/violin-and-notes-wallpapers_11541_1024x768.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.</p>
<p>Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita sekarang ini. Hampir tidak kita dapati satu ruang pun yang kosong dari musik dan nyanyian. Baik di rumah, di kantor, di warung dan toko-toko, di bus, angkutan kota ataupun mobil pribadi, di tempat-tempat umum, serta rumah sakit. Bahkan di sebagian tempat yang dikenal sebagai sebaik-baik tempat di muka bumi, yaitu masjid, juga tak luput dari pengaruh musik.</p>
<p>Merebaknya musik dan lagu ini disebabkan banyak dari kaum muslimin tidak mengerti dan tidak mengetahui hukumnya dalam pandangan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang mubah, halal, bahkan menjadi konsumsi setiap kali mereka membutuhkannya. Jika ada yang menasihati mereka dan mengatakan bahwa musik itu hukumnya haram, serta merta diapun dituduh dengan berbagai macam tuduhan: sesat, agama baru, ekstrem, dan segudang tuduhan lainnya.</p>
<p>Namun bukan berarti, tatkala seseorang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena menyuarakan kebenaran, lantas menjadikan dia bungkam. Kebenaran harus disuarakan, kebatilan harus ditampakkan.</p>
<p><span id="more-651"></span></p>
<p>Rasulullah n bersabda:</p>
<p><strong>لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ في حَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ أَوْ سَمِعَهُ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Janganlah rasa segan salah seorang kalian kepada manusia, menghalanginya untuk mengucapkan kebenaran jika melihatnya, menyaksikannya, atau mendengarnya.” <strong>(HR. Ahmad, 3/50, At-Tirmidzi, no. 2191, Ibnu Majah no. 4007. Dishahihkan oleh Al-Albani t dalam Silsilah Ash-Shahihah, 1/322)</strong></p>
<p>Terlebih lagi, jika permasalahan yang sebenarnya dalam timbangan Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah perkara yang telah jelas. Hanya saja semakin terkaburkan karena ada orang yang dianggap sebagai tokoh Islam berpendapat bahwa hal itu boleh-boleh saja, serta menganggapnya halal untuk dikonsumsi kaum muslimin. Di antara mereka, adalah Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitabnya Al-Halal wal Haram, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Al-Ghazali Al-Mishri, dan yang lainnya dari kalangan rasionalis. Mereka menjadikan kesalahan Ibnu Hazm rahimahulloh sebagai tameng untuk membenarkan penyimpangan tersebut.</p>
<p>Oleh karenanya, berikut ini kami akan menjelaskan tentang hukum musik, lagu dan nasyid, berdasarkan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah n, serta perkataan para ulama salaf.</p>
<p><strong>Definisi Musik</strong></p>
<p>Musik dalam bahasa Arab disebut ma’azif, yang berasal dari kata ‘azafa yang berarti berpaling. Kalau dikatakan: Si fulan berazaf dari sesuatu, maknanya adalah berpaling dari sesuatu. Jika dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari yang melalaikan, artinya yang berpaling darinya. Bila dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari para wanita artinya adalah yang tidak senang kepada mereka.</p>
<p>Ma’azif adalah jamak dari mi’zaf (مِعْزَفٌ ), dan disebut juga ‘azfun (عَزْفٌ ). Mi’zaf adalah sejenis alat musik yang dipakai oleh penduduk Yaman dan selainnya, terbuat dari kayu dan dijadikan sebagai alat musik.</p>
<p><strong>Al-‘Azif adalah orang yang bermain dengannya.</strong></p>
<p>Al-Laits radiallohu anhu, berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik yang dipukul.” Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahulloh berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik.” Al-Qurthubi rahimahulloh, meriwayatkan dari Al-Jauhari bahwa <strong>al-ma’azif</strong> adalah nyanyian. Yang terdapat dalam Shihah-nya bahwa yang dimaksud adalah alat-alat musik. Ada pula yang mengatakan maknanya adalah  suara-suara yang melalaikan. Ad-Dimyathi berkata: “Al-ma’azif adalah genderang dan yang lainnya berupa sesuatu yang dipukul.” <strong>(lihat Tahdzib Al-Lughah, 2/86, Mukhtarush Shihah, hal. 181, Fathul Bari, 10/57)</strong></p>
<p>Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahulloh, berkata: “Al-ma’azif adalah nama bagi setiap alat musik yang dimainkan, seperti seruling, gitar, dan klarinet (sejenis seruling), serta simba.” (Siyar A’lam An-Nubala`, 21/158)</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata bahwa al-ma’azif adalah seluruh jenis alat musik, dan tidak ada perselisihan ahli bahasa dalam hal ini. (Ighatsatul Lahafan, 1/260-261)</p>
<p>Mengenal Macam-Macam Alat Musik</p>
<p>Alat-alat musik banyak macamnya. Namun dapat kita klasifikasi alat-alat tersebut ke dalam empat kelompok:</p>
<p><strong><em>Pertama:</em></strong> Alat-alat musik yang diketuk atau dipukul (perkusi).</p>
<p>Yaitu jenis alat musik yang mengeluarkan suara saat digoncangkan, atau dipukul dengan alat tabuh tertentu, (misal: semacam palu pada gamelan, ed.), tongkat (stik), tangan kosong, atau dengan menggesekkan sebagiannya kepada sebagian lainnya, serta yang lainnya. Alat musik jenis ini memiliki beragam bentuk, di antaranya seperti: gendang, kubah (gendang yang mirip seperti jam pasir), drum, mariba, dan yang lainnya.</p>
<p><strong><em>Kedua:</em></strong> Alat musik yang ditiup.</p>
<p>Yaitu alat yang dapat mengeluarkan suara dengan cara ditiup padanya atau pada sebagiannya, baik peniupan tersebut pada lubang, selembar bulu, atau yang lainnya. Termasuk jenis ini adalah alat yang mengeluarkan bunyi yang berirama dengan memainkan jari-jemari pada bagian lubangnya. Jenis ini juga beraneka ragam, di antaranya seperti qanun dan qitsar (sejenis seruling).</p>
<p><strong><em>Ketiga:</em></strong> Alat musik yang dipetik.</p>
<p>Yaitu alat musik yang menimbulkan suara dengan adanya gerakan berulang atau bergetar (resonansi), atau yang semisalnya. Lalu mengeluarkan bunyi saat dawai/senar dipetik dengan kekuatan tertentu menggunakan jari-jemari. Terjadi juga perbedaan irama yang muncul tergantung kerasnya petikan, dan cepat atau lambatnya gerakan/getaran yang terjadi. Di antaranya seperti gitar, kecapi, dan yang lainnya.</p>
<p><strong><em>Keempat:</em></strong> Alat musik otomatis.</p>
<p>Yaitu alat musik yang mengeluarkan bunyi musik dan irama dari jenis alat elektronik tertentu, baik dengan cara langsung mengeluarkan irama, atau dengan cara merekam dan menyimpannya dalam program yang telah tersedia, dalam bentuk kaset, CD, atau yang semisalnya. (Lihat risalah Hukmu ‘Azfil Musiqa wa Sama’iha, oleh Dr. Sa’d bin Mathar Al-‘Utaibi)</p>
<p>Dalil-Dalil tentang Haramnya Musik dan Lagu</p>
<p><strong>Dalil dari Al-Qur`an Al-Karim</strong></p>
<p>1. Firman Allah Subhaanahu wata’aala, :</p>
<p>“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)</p>
<p>Ayat Allah Subhaanahu wata’aala, ini telah ditafsirkan oleh para ulama salaf bahwa yang dimaksud adalah nyanyian dan yang semisalnya. Di antara yang menafsirkan ayat dengan tafsir ini adalah:</p>
<p>Abdullah bin ‘Abbas radiallohu anhu, beliau mengatakan tentang ayat ini: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan yang semisalnya.” <strong>(Diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 1265), Ibnu Abi Syaibah (6/310), Ibnu Jarir dalam tafsirnya (21/40), Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, Al-Baihaqi (10/221, 223), dan dishahihkan Al-Albani dalam kitabnya Tahrim Alat Ath-Tharb (hal. 142-143)).</strong></p>
<p>Abdullah bin Mas’ud radiallohu anhu, tatkala beliau ditanya tentang ayat ini, beliau menjawab: “Itu adalah nyanyian, demi Allah yang tiada Ilah yang haq disembah kecuali Dia.” Beliau mengulangi ucapannya tiga kali. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya, Ibnu Abi Syaibah, Al-Hakim (2/411), dan yang lainnya. Al-Hakim mengatakan: “Sanadnya shahih,” dan disetujui Adz-Dzahabi. Juga dishahihkan oleh Al-Albani, lihat kitab Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 143)</p>
<p>‘Ikrimah radiallohu anhu,. Syu’aib bin Yasar berkata: “Aku bertanya kepada ‘Ikrimah tentang makna (lahwul hadits) dalam ayat tersebut. Maka beliau menjawab: ‘Nyanyian’.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Tarikh-nya (2/2/217), Ibnu Jarir dalam tafsirnya, dan yang lainnya. Dihasankan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 143).</p>
<p>Mujahid bin Jabr radiallohu anhu,. Beliau mengucapkan seperti apa yang dikatakan oleh ‘Ikrimah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no. 1167, 1179, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abid Dunya dari beberapa jalan yang sebagiannya shahih).</p>
<p>Dan dalam riwayat Ibnu Jarir yang lain, dari jalan Ibnu Juraij, dari Mujahid, tatkala beliau menjelaskan makna al-lahwu dalam ayat tersebut, beliau berkata: “Genderang.” (Al-Albani berkata: Perawi-perawinya tepercaya, maka riwayat ini shahih jika Ibnu Juraij mendengarnya dari Mujahid. Lihat At-Tahrim hal. 144)</p>
<p>Al-Hasan Al-Bashri rahimahulloh, beliau mengatakan: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan seruling.”</p>
<p>As-Suyuthi rahimahulloh menyebutkan atsar ini dalam Ad-Durrul Mantsur (5/159) dan menyandarkannya kepada riwayat Ibnu Abi Hatim. Al-Albani berkata: “Aku belum menemukan sanadnya sehingga aku bisa melihatnya.” (At-Tahrim hal. 144)</p>
<p>Oleh karena itu, berkata Al-Wahidi dalam tafsirnya Al-Wasith (3/441): “Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa makna lahwul hadits adalah nyanyian. Ahli ma’ani berkata: ‘Termasuk dalam hal ini adalah semua orang yang memilih hal yang melalaikan, nyanyian, seruling, musik, dan mendahulukannya daripada Al-Qur`an.”</p>
<p>2. Firman Allah Subhaanahu wata’aala,:</p>
<p>“Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kalian menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kalian ber-sumud?” <strong>(An-Najm: 59-61)</strong></p>
<p>Para ulama menafsirkan “kalian bersumud” maknanya adalah bernyanyi. Termasuk yang menyebutkan tafsir ini adalah:</p>
<p>Ibnu Abbas radiallohu anhu,. Beliau berkata: “Maknanya adalah nyanyian. Dahulu jika mereka mendengar Al-Qur`an, maka mereka bernyanyi dan bermain-main. Dan ini adalah bahasa penduduk Yaman (dalam riwayat lain: bahasa penduduk Himyar<strong>).”  (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya (27/82), Al-Baihaqi (10/223). Al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan sanadnya shahih.” (Majma’ Az-Zawa`id, 7/116)</strong></p>
<p>‘Ikrimah radiallohu anhu. Beliau juga berkata: “Yang dimaksud adalah nyanyian, menurut bahasa Himyar.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Syaibah, 6/121)</p>
<p>Ada pula yang menafsirkan ayat ini dengan makna berpaling, lalai, dan yang semisalnya. Ibnul Qayyim t berkata: “Ini tidaklah bertentangan dengan makna ayat sebagaimana telah disebutkan, bahwa yang dimaksud sumud adalah lalai dan lupa dari sesuatu. Al-Mubarrid mengatakan: ‘Yaitu tersibukkan dari sesuatu bersama mereka.’ Ibnul ‘Anbar mengatakan: ‘As-Samid artinya orang yang lalai, orang yang lupa, orang yang sombong, dan orang yang berdiri.’ Ibnu ‘Abbas radiallohu anhu, berkata tentang ayat ini: ‘Yaitu kalian menyombongkan diri.’ Adh-Dhahhak berkata: ‘Sombong dan congkak.’ Mujahid berkata: ‘Marah dan berpaling.’ Yang lainnya berkata: ‘Lalai, luput, dan berpaling.’ Maka, nyanyian telah mengumpulkan semua itu dan mengantarkan kepadanya.” (Ighatsatul Lahafan, 1/258)</p>
<p><!--more--></p>
<p>3. Firman Allah lkepada Iblis:</p>
<p>“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” <strong>(Al-Isra`: 64)</strong></p>
<p>Telah diriwayatkan dari sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud “menghasung siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu” adalah melalaikan mereka dengan nyanyian. Di antara yang menyebutkan hal tersebut adalah:</p>
<p>Mujahid rahimahulloh, Beliau berkata tentang makna “dengan suaramu”: “Yaitu melalaikannya dengan nyanyian.” (Tafsir Ath-Thabari)</p>
<p>Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkannya dengan makna ajakan untuk bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’aala,. Ibnu Jarir berkata: “Pendapat yang paling benar dalam hal ini adalah bahwa Allah Subhaanahu wata’aala, telah mengatakan kepada Iblis: ‘Dan hasunglah dari keturunan Adam siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu,’ dan Dia tidak mengkhususkan dengan suara tertentu. Sehingga setiap suara yang dapat menjadi pendorong kepadanya, kepada amalannya dan taat kepadanya, serta menyelisihi ajakan kepada ketaatan kepada Allah Subhaanahu wata’aala,, maka termasuk dalam makna suara yang Allah Subhaanahu wata’aala, maksudkan dalam firman-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahulloh berkata tatkala menjelaskan ayat ini: “Sekelompok ulama salaf telah menafsirkannya dengan makna ‘suara nyanyian’. Hal itu mencakup suara nyanyian tersebut dan berbagai jenis suara lainnya yang menghalangi pelakunya untuk menjauh dari jalan Allah k.” (Majmu’ Fatawa, 11/641-642)</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata: “Satu hal yang telah dimaklumi bahwa nyanyian merupakan pendorong terbesar untuk melakukan kemaksiatan.” (Ighatsatul Lahafan, 1/255)</p>
<p><strong>Dalil-dalil dari As-Sunnah</strong></p>
<p>1. Hadits Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari z bahwa Rasulullah n bersabda:</p>
<p><strong>لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا؛ فَيُبَيِّتُهُمْ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah Subhaanahu wata’aala, membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)</p>
<p>Hadits ini adalah hadits yang shahih. Apa yang Al-Bukhari sebutkan dalam sanad hadits tersebut: “Hisyam bin Ammar berkata&#8230;”1 tidaklah memudaratkan kesahihan hadits tersebut. Sebab Al-Imam Al-Bukhari rahimahulloh, tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang menggelapkan hadits), sehingga hadits ini dihukumi bersambung sanadnya.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahulloh berkata: “(Tentang) alat-alat (musik) yang melalaikan, telah shahih apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahulloh dalam Shahih-nya secara ta’liq dengan bentuk pasti (jazm), yang masuk dalam syaratnya.” (Al-Istiqamah, 1/294, Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 39. Lihat pula pembahasan lengkap tentang sanad hadits ini dalam Silsilah Ash-Shahihah, Al-Albani, 1/91)</p>
<p>Asy-Syaikh Al-Albani rahimahulloh berkata setelah menyebutkan panjang lebar tentang keshahihan hadits ini dan membantah pendapat yang berusaha melemahkannya: “Maka barangsiapa –setelah penjelasan ini– melemahkan hadits ini, maka dia adalah orang yang sombong dan penentang. Dia termasuk dalam sabda Nabi n:</p>
<p><strong>لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Tidak masuk ke dalam surga, orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat semut.” (HR. Muslim) [At-Tahrim, hal. 39]</p>
<p>Makna hadits ini adalah akan muncul dari kalangan umat ini yang menganggap halal hal-hal tersebut, padahal itu adalah perkara yang haram. Al-‘Allamah ‘Ali Al-Qari berkata: “Maknanya adalah mereka menganggap perkara-perkara ini sebagai sesuatu yang halal dengan mendatangkan berbagai syubhat dan dalil-dalil yang lemah.” (Mirqatul Mafatih, 5/106)</p>
<p>2. Hadits Anas bin Malik radiallohu anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:</p>
<p><strong>صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ، وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَةٍ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling ketika mendapat nikmat, dan suara (jeritan) ketika musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya, 1/377/755, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah, 6/188/2200, dan dishahihkan oleh Al-Albani berdasarkan penguat-penguat yang ada. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 52)</p>
<p>Juga dikuatkan dengan riwayat Jabir bin Abdullah radiallohu anhu, dari Abdurrahman bin ‘Auf radiallohu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallohu ‘alahi wasallam bersabda:</p>
<p><strong>إِنَّمَا نُهِيْتُ عَنِ النَّوْحِ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ: صَوْتٍ عِنْدَ نَغْمَةِ لَهْوٍ وَلَعِبٍ وَمَزَامِيرِ شَيْطَانٍ، وَصَوْتٍ عِنْدَ مُصِيبَةٍ خَمْشِ وُجُوهٍ وَشَقِّ جُيُوبٍ وَرَنَّةِ شَيْطَانٍ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Aku hanya dilarang dari meratap, dari dua suara yang bodoh dan fajir: Suara ketika dendangan yang melalaikan dan permainan, seruling-seruling setan, dan suara ketika musibah, mencakar wajah, merobek baju dan suara setan.” <strong>(HR. Al-Hakim, 4/40, Al-Baihaqi, 4/69, dan yang lainnya. Juga diriwayatkan At-Tirmidzi secara ringkas, no. 1005)</strong></p>
<p>An-Nawawi rahimahulloh berkata tentang makna ‘suara setan’: “Yang dimaksud adalah nyanyian dan seruling.” (Tuhfatul Ahwadzi, 4/75)</p>
<p>3. Hadits Abdullah bin ‘Abbas radiallohu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, telah bersabda:</p>
<p><strong>إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيَّ -أَوْ حُرِّمَ الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْكُوبَةُ. قَالَ: وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Sesungguhnya Allah k telah mengharamkan atasku –atau– diharamkan khamr, judi, dan al-kubah. Dan setiap yang memabukkan itu haram.” <strong>(HR. Abu Dawud no. 3696, Ahmad, 1/274, Al-Baihaqi, 10/221, Abu Ya’la dalam Musnad-nya no. 2729, dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Albani, lihat At-Tahrim hal. 56).</strong></p>
<p>Kata al-kubah telah ditafsirkan oleh perawi hadits ini yang bernama ‘Ali bin Badzimah, bahwa yang dimaksud adalah gendang. (lihat riwayat Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 12598)</p>
<p>4. Hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radiallohu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:</p>
<p><strong>إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ الْخَمْرَ وَالْمَيْسِرَ وَالْكُوبَةَ وَالْغُبَيْرَاءَ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’aala, mengharamkan khamr, judi, al-kubah (gendang), dan al-ghubaira` (khamr yang terbuat dari bahan jagung), dan setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Abu Dawud no. 3685, Ahmad, 2/158, Al-Baihaqi, 10/221-222, dan yang lainnya. Hadits ini dihasankan Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 58)</p>
<p><strong>Atsar dari Ulama Salaf</strong></p>
<p>1. Abdullah bin Mas’ud radiallohu anhu berkata:</p>
<p><strong>الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ</strong><strong> </strong></p>
<p>“Nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati.” (Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, 4/2, Al-Baihaqi dari jalannya, 10/223, dan Syu’abul Iman, 4/5098-5099. Dishahihkan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 10. Diriwayatkan juga secara marfu’, namun sanadnya lemah)</p>
<p>2. Ishaq bin Thabba` rahimahulloh berkata: Aku bertanya kepada Malik bin Anas rahimahulloh tentang sebagian penduduk Madinah yang membolehkan nyanyian. Maka beliau mejawab: “Sesungguhnya menurut kami, orang-orang yang melakukannya adalah orang yang fasiq.” (Diriwayatkan Abu Bakr Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf: 32, dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 244, dengan sanad yang shahih)</p>
<p>Beliau juga ditanya: “Orang yang memukul genderang dan berseruling, lalu dia mendengarnya dan merasakan kenikmatan, baik di jalan atau di majelis?”</p>
<p>Beliau menjawab: “Hendaklah dia berdiri (meninggalkan majelis) jika ia merasa enak dengannya, kecuali jika ia duduk karena ada satu kebutuhan, atau dia tidak bisa berdiri. Adapun kalau di jalan, maka hendaklah dia mundur atau maju (hingga tidak mendengarnya).” (Al-Jami’, Al-Qairawani, 262)</p>
<p>3. Al-Imam Al-Auza’i rahimahulloh berkata: ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahulloh menulis sebuah surat kepada ‘Umar bin Walid yang isinya: “&#8230; Dan engkau yang menyebarkan alat musik dan seruling, (itu) adalah perbuatan bid’ah dalam Islam.” (Diriwayatkan An-Nasa`i, 2/178, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 5/270. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 120)</p>
<p>4. ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash-Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148)</p>
<p>Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abid Dunya (45), dari Al-Qasim bin Salman, dari Asy-Sya’bi, dia berkata: “Semoga Allah k melaknat biduan dan biduanita.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 13)</p>
<p>5. Ibrahim bin Al-Mundzir rahimahulloh –seorang tsiqah (tepercaya) yang berasal dari Madinah, salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari rahimahulloh – ditanya: “Apakah engkau membolehkan nyanyian?” Beliau menjawab: “Aku berlindung kepada Allah Subhaanahu wata’aala, . Tidak ada yang melakukannya menurut kami kecuali orang-orang fasiq.” (Diriwayatkan Al-Khallal dengan sanad yang shahih, lihat At-Tahrim hal. 100)</p>
<p>6. Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Para tokoh dari murid-murid Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahulloh mengingkari nyanyian. Para pendahulu mereka, tidak diketahui ada perselisihan di antara mereka. Sementara para pembesar orang-orang belakangan, juga mengingkari hal tersebut. Di antara mereka adalah Abuth Thayyib Ath-Thabari, yang memiliki kitab yang dikarang khusus tentang tercela dan terlarangnya nyanyian.</p>
<p>Lalu beliau berkata: “Ini adalah ucapan para ulama Syafi’iyyah dan orang yang taat di antara mereka. Sesungguhnya yang memberi keringanan dalam hal tersebut dari mereka adalah orang-orang yang sedikit ilmunya serta didominasi oleh hawa nafsunya. Para fuqaha dari sahabat kami (para pengikut mazhab Hambali) menyatakan: ‘Tidak diterima persaksian seorang biduan dan para penari.’ Wallahul muwaffiq.” (Talbis Iblis, hal. 283-284)</p>
<p>7. Ibnu Abdil Barr rahimahulloh berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191)</p>
<p>8. Ath-Thabari rahimahulloh berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56)</p>
<p>9. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahulloh, berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahulloh di atas. (Majmu’ Fatawa, 11/576)</p>
<p>Masih banyak lagi pernyataan para ulama yang menjelaskan tentang haramnya musik beserta nyanyian. Semoga apa yang kami sebutkan ini sudah cukup menjelaskan perkara ini.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.asysyariah.com/kajian-utama/59-kajian-utama-edisi-40/228-haramnya-musik-dan-lagu-kajian-utama-edisi-40.html">http://www.asysyariah.com/kajian-utama/59-kajian-utama-edisi-40/228-haramnya-musik-dan-lagu-kajian-utama-edisi-40.html</a></p>
<p><a href="http://salafybpp.com/manhaj-salaf/125-haramnya-musik-a-lagu.html" target="_blank">http://salafybpp.com/manhaj-salaf/125-haramnya-musik-a-lagu.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=651&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/haramnya-musik-lagu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/violin-and-notes-wallpapers_11541_1024x768.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">music</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dauroh Masyaikh 2011 + Download</title>
		<link>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/648/</link>
		<comments>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/648/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 11:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisa2me.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah&#8230;. Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, keluarganya, shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillah, sebuah kabar gembira bagi kaum muslimin di Indonesia. &#8230; <a href="http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/648/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=648&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah&#8230;.</p>
<div id="attachment_649" class="wp-caption aligncenter" style="width: 339px"><a href="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/dauroh_nasional_2011.jpg"><img class="size-full wp-image-649 " title="dauroh_nasional_2011" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/dauroh_nasional_2011.jpg?w=593" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">template dauroh</p></div>
<p><span id="more-648"></span>Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, keluarganya, shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.</p>
<p>Alhamdulillah, sebuah kabar gembira bagi kaum muslimin di Indonesia. Pada tahun 1432 H (2011 M) ini, kembali akan dilaksanakan daurah ilmiah bersama para ulama dari Timur Tengah.</p>
<p>Di antara masyayikh yang insya Allah akan hadir adalah:</p>
<ol>
<li>Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri (Madinah)</li>
<li>Asy-Syaikh Dr. Khalid azh-Zhafiri (lulusan Universitas Islam Madinah)</li>
<li>Asy Syaikh Muhammad Ghalib (mahasiswa program doktoral Universitas Islam Madinah)</li>
<li>Asy-Syaikh Khalid bin Abdirrahman Jad</li>
</ol>
<p>Adapun pelaksanaannya sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left:30px;">Hari  : Sabtu &#8211; Ahad.</p>
<p style="padding-left:30px;">Tanggal  : 14-15 Sya’ban 1432 H/ 16-17 Juli 2011 M.</p>
<p style="padding-left:30px;">Waktu : 09.00 &#8211; selesai.</p>
<p style="padding-left:30px;">Tempat :</p>
<p style="padding-left:60px;">Putra: <a href="http://atstsurayya.files.wordpress.com/2010/05/masjid-bantul.jpg" target="_blank">Masjid Agung Manunggal, Bantul, Yogyakarta</a></p>
<p style="padding-left:60px;">Putri:  Relay di <a href="http://atstsurayya.files.wordpress.com/2010/05/ta-ibnu-taimiyah-sedan.jpg" target="_blank">TA Ibnu Taimiyyah, Sedan</a> dan <a href="http://atstsurayya.files.wordpress.com/2010/11/mahad-ar-ridho.jpg" target="_blank">Pondok Banat Ar-ridlo, Sewon, Bantul</a></p>
<p style="padding-left:30px;">Tema :</p>
<blockquote>
<h2 style="padding-left:60px;"><span style="color:#ff0000;">Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam Islam Bukan Anarkisme.</span></h2>
</blockquote>
<p>sumber:<a href="http://salafy.or.id/?p=1" target="_blank"> http://salafy.or.id/?p=1</a></p>
<p>download:</p>
<blockquote><p><a href="http://www.salafy.or.id/?page_id=1813"><img class="aligncenter size-full wp-image-680" title="download rekaman" src="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/download.gif?w=593" alt=""   /></a></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisa2me.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisa2me.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisa2me.wordpress.com&amp;blog=13705994&amp;post=648&amp;subd=annisa2me&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisa2me.wordpress.com/2011/06/25/648/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24b5a11e851e56b9ddb2908869dba922?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annisa2me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/dauroh_nasional_2011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dauroh_nasional_2011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annisa2me.files.wordpress.com/2011/06/download.gif" medium="image">
			<media:title type="html">download rekaman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
